Mendarat di Bandara Hang Nadim

Mendarat dengan mulus di Bandara Hang Nadim, Batam,  menggunakan Air Asia dengan duduk di bangku paling depan, berasa naik first class. Turun dari pesawat pukul 08:30. Jalan kaki menuju dan mengambil bagasi, lalu keluar dari bandara menunggu jemputan oleh sahabat-sahabat Flickr Batam. 

Setelah menginformasikan keberadaanku kepada mas Heri, aku, Ibn dan Badi lalu duduk manis menunggu sambil mengobrol. Tiba-tiba ada seseorang menghampiri, dengan senyum begitu sumringah,aku yakin itu pasti mas Heri, kami pun bersalaman. Sewaktu kami saling bersalaman, datang dua orang membawa kamera, sambil terus membidikkan kameranya ke arah kami. Gubrackzs … hahaha, berasa selebritis.Kamera terus-menerus menjepret-jepret tanpa henti, dan akhirnya berhenti saat kami semua sudah berada di dalam mobil yang menjemput. 
Perjalan pertama melihat ke kawasan perindustrian di Batam. Kami semua disambut dengan pohon yang berbunga dengan indah. Bunga-bunga tersebut menjadikan kawasan itu menjadi begitu menawan. Bunga di pohon, bunga yang berserakan di atas rumput, semuanya begitu mempesona. 
Lalu setelah berpose-pose kami pun lalu melanjutkan photo hunting ke jembatan Berelang. tempatnya asyikbanget. Jembatan yang menghubungkan pulau-pulau disekitar Batam, sehingga batam bertambah luas, bagus juga sih menurutku, tanpa reklamasi, tapi dengan menghubungkan jembatan antar pulau. Saat ini sudah ada 6 jembatan. Yang asyik menurutku, aku sudah melihat keindahan jembatan tersebut dari udara, lalu menikmati keindahan jembatan itu di darat. … bersambung.

Terbang nyaman dengan Air Asia

Antri waktu check in tak terasa lama, antrian tidak panjang dan pelayanan yang cepat serta ramah, memulai perjalananku dengan Air Asia, dengan rute Jakarta menuju Batam, 14 Maret 2009, dengan jadwal keberangkatan 06:40 dan kedatangan 08:15. Kami bertiga Aku, Badi dan Ibn Danish check in dan menaruh 2 tas dibagasi dan mendapat no koper, boarding pass dan no tempat duduk. Bisa menaruh bagasi dan nomer tempat duduk karena kami memesan *Supersize Regular (Up to 15 kg)* dan nomer tempat duduk pada saat pemesanan tiket online, yang tentunya menambah harga tiket beberapa ribu rupiah, dari harga dasar tiket. 

Menuju ruang boarding kami mesti bayar airport tax sebesar Rp.30.000,- Lalu kami menunggu sebentar di Ruang Boarding untuk selanjutnya menuju pesawat dengan menggunakan bis Air Asia yang berwarna merah, pukul 06:10. Penumpang yang Air Asia lumayan banyak, ada 3 bis yang digunakan untuk mengantar, sehingga pesawat lumayan penuh. Kami duduk tenang di bangku 1 D (aku), 1 E (Badi) dan 1 F (Ibn, yang memilih di pinggir jendela).
 
Setelah Pramugari Ella dan Carol menyambut kami dan memperagakan bagaimana jika terjadi keadaan darurat, tepat 06:40 pesawat bergerak. Setelah lumayan mengantri di *taxi way* pesawat dengan mulus *take off*. Selama di udara perjalanan tetap nyaman, begitupun saat melewati banyak awan gelap. Terbang di atas Batam ada pemandangan yang menarik, yaitu Jembatan Fisabillah, dalam rangkaian Jembatan Barelang. Dan tak lama kemudian pesawat mendarat pada 08:20. 
Perjalanan benar-benar nyaman dan on time …
kami senang melakukan perjalanan dengan Air Asia

Ibn 2nd winner in Reading at Kinderfield 4th Championship

Hehehe… kebayang dari baby Ibn dah aku ajarin huruf dan angka, pake power point. Lalu ke rangakaian huruf pake kertas. Selama ini aku sih tidak pernah menguji kemampuan Ibn Danish. Aku hanya memberitahukan ini huruf apa, atau ini bacanya apa, hanya sebatas itu dan tanpa paksaan. Jika waktunya enak dan Ibn sedang berminat aku pun bermain angka dan huruf dengannya. Surprise juga, Ibn sudah bisa membaca dengan lancar di TK A, yang nota bene baru diajarkan angka dan huruf. Bapaknya Ibn yang senang bener, karena trophy yangpertama kali didapat adalah trophy untuk juara membaca. Seperti dahulu Rasullah mendapat perintah pertama kali dari Allah S.W.T adalah untuk membaca.

2nd winner *Reading Championship*